Pada postingan saya yang lalu, saya sudah membahas mengenai berbagai makanan aneh yang berasal dari negeri sendiri. Dan kali ini saya akan membahas mengenai makanan yang super menjijikan (menurut saya) tapi tetap di gemari oleh penduduk di negara asal makanan tersebut. Yuk kita mulai.
Scorpion Soup
Jika anda pernah berwisata ke negeri China, mungkin anda pernah mendengar tentang sup kalajengking ini, karena sup ini berasal dari Tiongkok sana. Kata mereka, rasa dari kalajengking ini cukup lezat dan memiliki rasa seperti kayu, selain itu racun dari kalajengking ini sudah dihilangkan pada saat proses memasaknya.
Makanan ini biasa dijajakan orang dipinggir-pinggir jalan dan bisa dijumpai di negara Philipina, Kamboja dan Vietnam.
Balut berbahan dasar telur bebek atau telur ayam, yang mana didalam telur telah terbentuk embrio bakal calon ayam/bebek. Balut biasanya dimakan saat telur telah di erami selama 17 hari, yaitu saat embrio belum memiliki tulang dan belum terbentuk sepenuhnya. Ada juga yang memakannya saat embrio berumur 21 hari, dimana embrio sudah memiliki paruh, bulu dan tulang. Makanan ini biasanya dikonsumsi dengan cara direbus terlebih dahulu bersama cangkang telurnya.
Rocky Mountain Oysters
Jika menilik dari namanya, pasti semua orang berfikir bahwa makanan ini terbuat dari tiram. Itu salah, makanan ini terbuat dari testis hewan, tepatnya banteng, babi atau domba. Cara mengolah makanan ini cukup familiar kok. Testis banteng/babi/domba di kuliti lalu dikukus, kemudian dicampur dengan adonan tepung dan digoreng. Biasanya dimakan dengan saus kocktail. Makanan ini banyak diminati oleh orang-orang di Amerika Utara, mexico dan Canada.
Hakarl (Hiu Busuk)
Makanan ini merupakan makanan tradisionil negara Islandia. Sebelum dimasak, daging hiu ini harus di buat busuk terlebih dahulu dengan cara di fermentasi dan digantung sampai kering selama minimal 6 bulan.
Escamoles (telur semut)
Menurut para penikmatnya, makanan ini rasanya enak berlemak seperti mentega. Escamoles ini adalah telur semut hitam, Liometopum. Telur semut ini memiliki kekentalan seperti keju dan sering dicampur dengan Guacamole serta Taco, dan banyak dinikmati oleh penduduk Mexico.
Cazu Marzu
Di Sardinia - Italy, ada sebuah keju yang secara khusus dibuat karena rasanya yang khas dan dipercaya dapat meningkatkan vitalitas pria.
Cazu Marzu, keju fermentasi yang di 'fermentasi' kembali dengan bantuan larva lalat. Dalam proses pembuatannya, keju Pecorino (keju biasa) dipotong bagian atasnya dan dibiarkan begitu saja agar dihinggapi lalat keju, Piophila Casei. Dan dalam beberapa hari, ratusan larva lalat akan memakan bagian dalam keju dan memproses lemak yang ada didalam keju sehingga keju akan menjadi lebih lunak juga memiliki rasa yang unik.
Dan yang lebih uniknya lagi, larva lalat yang masih hidup akan dimakan bersama keju Cazu Marzu ini, karena menurut penduduk Sardinia, jika larva lalat telah mati maka keju sudah tidak aman lagi untuk dikonsumsi.
Kiviaq
Kiviaq adalah metode untuk menyimpan daging yang biasa digunakan oleh suku Inuit di Greenland, sebab mereka hidup di daerah yang bersuhu amat dingin.
Kiviaq dibuat dengan mempersiapkan kulit anjing laut yang diisi dengan ratusan burung-burung laut, kemudian kulit itu dijahit hingga rapat, lalu disimpan di bawah timbunan batu selama 3 hingga 18 bulan.
Salah satu rahasia agar daging burung itu tidak cepat membusuk adalah lemak yang ada pada kulit anjing laut. Selama penguburan, lemak ini akan melumuri daging burung sehingga tidak akan membusuk. Dan proses tersebut membuat daging burung terfermentasi dengan baik.
Untuk memakannya tidak perlu dimasak terlebih dahulu. Orang Inuit lebih suka memakan mentah daging burung itu. Hebatnya, semua bagian tubuh burung seperti : tulang, paruh dan sayap dapat dikonsumsi, hal ini karena proses fermentasi telah membuat bagian tubuh burung menjadi lunak.

No comments:
Post a Comment